BLOGGER TEMPLATES AND Twitter Backgrounds »

Minggu, 05 Juni 2011

b.indonesia


PANCASILA MODAL HADAPI RADIKALISASI


Tujuan                                     : Makalah Diajukan untuk tugas Bahasa Indonesia
Oleh                                        : Devi Nurina Sari
NPM                                       : 10108552
KELAS                                   : 3KA18
Jurusan                                    : Sistem Informasi
Fakultas                                   : Ilmu Komputer

Universitas Gunadarma

2011




KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang atas rahmat-Nya yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan penyusunan tugas penulisan yang berjudul “Pancasila Modal Hadapi Radikalisasi”.
Penulisan ilmiah ini adalah merupakan salah satu tugas dan persyaratan untuk menyelesaikan tugas mata kuliah Bahasa Indonesia.
Dalam pembuatan tugas penulisan ini, penulis menkyadari bahwa masih ada kekurangan dalam menyelesaikannya. Namun penulis ini mengucapkan terima kasih kepada :
1.      Bapak Jono Saroyo selaku dosen Bahasa Indonesia di Universitas Gunadarma, yang telah memberikan tugas dan materi yang membuat penulis dapat menambah pengetahuan.
2.      Rekan rekan yang telah membantu dalam penyelesaian penulisan ini.
Semoga materi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Dan sehingga dapat membantu penulis dalam menambah pengetahuan.

Bekasi, 2011

Devi Nurina Sari





BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Kekerasan yang di lakukan oleh sesama Negara semakin lama semakin membuat kita takut dalam menghadapinya. Terutama pada serbuan terhadap islam yang baru baru ini kita alami.
Atas dasar itu semua, penulis mengambil judul artikel ini untuk membahas dan menambah pengetahuan bagi kita semua.

1.2  Batasan Masalah 
Dalam penulisan ini, penulis membatasi permasalahan pada kekerasan yang terjadi antar Negara.

1.3  Tujuan Penulisan
Penulisan ini dilakukan dengan bertujuan agar dapat membantu kita dalam hal yang baik atau pun hal yang tidak baik. Salah satunya yaitu dalam kekerasan yang terjadi antar Negara.












BAB II
PEMBAHASAN

Pancasila tetap merupakan modal terpenting menghadapi serbuan islam transnasional seperti dikampanyekan Osama Bin Laden dan pengikutnya yang sangat mengancam keutuhan bangsa. Ancaman meliputi ancaman fisik hingga peledakan bom dan kerusakan generasi muda akibat radikalisasi. Pancasila relevan sebagai modal social, moral, ideology, dan historis, tetap untuk digunakan perlu dibersihkan dari sejarahnya yang pernah dimanfaatkan untuk melanggengkan keotoriteran orde baru dan Soeharto.

“Pancasila adalh sumber terdekat yang mempersatukan bangsa ini dalam sejarahnya dan mestinya itu dijadikan pengangan kembali ketika pemerintah dan Negara gagal menyejahterkan warganya, lalu warga berpaling kepada ide – ide abstrak yang tampak lebih menarik, seperti gagasan yang dibawa islam transnasional”.

Salah satu bentuk jelas dari gagasan abstrak itu antara lain terbentuknya aturan pemerintah berbasis syariat di Aceh. Kegagalan Negara melindungi dan mempertahankan keutuhan bangsanya melalui konsep ideology ini kembali mendapati tantangan oleh tawaran ideal islam transnasional yang masih membawaide islam zaman abad ke-13.










BAB III
KESIMPULAN

3.1 Kesimpulan

Kekerasan yang terjadi antar Negara dapat kita hindari dengan saling menghargai dan saling menghormati sesame umat beragama. Dengan kita saling menghargai dan menghormati kekerasan itu akan sedikit demi sedikit akan berkurang. Karena kekerasan dapat di alami oleh siapapun terutama pada anak – anak kecil yang tidak mengetahui masalah apapun.
Melalui penulisan ini diharapkan agar tidak adanya kekerasan yang terjadi lagi. Dan dapat menyadarkan kita semua agar hidup yang lebih baik.




















DAFTAR PUSTAKA

Ody. 7 Mei 2011. “Pancasila Modal Hadapi Radikalisasi”. Kompas halaman 4.

Minggu, 08 Mei 2011

Nasib Pejalan Kaki di Kota

1.      DATA PUBLIKASI
a.       Judul                     : Nasib Pejalan Kaki di Kota
b.      Penulis                   : Benny H Hoed
c.       Penerbit                 : Kompas
d.      Sumber                  : Kompas
e.       Tanggal Terbit       : 07 Mei 2011

2.      RINGKASAN
Kita sering lupa bahwa pejalan kaki adalah satu di antara sekian jenis pengguna jalan. Dalam Undang – Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, secara jelas “pejalan kaki”disebut.
Lalu lintas dan angkutan jalan adalah satu kesatuan system yang terdiri atas lalu lintas, angkutan jalan, jaringan lalu lintas dan angkutan jalan, prasarana lalu lintas dan angkutan jalan, kendaraan, pengemudi, pengguna jalan, serta pengelolaannya.
Manajemen dan rekayasa mengatur dan menempatkan pengguna jalan agar terjaga keselamatannya dan terlindung dari gangguan dan rasa takut. Jadi, jalan adalah ‘ruang sosial’ yang merupakan ‘tempat’ untuk berlalu lintas. Ada banyak ruang social lain, seperti lapangan, taman, pasar, dan mal, tetapi bukan ‘tempat’ untuk berlalu lintas.
Jakarta tahun 1950-an berbeda dari sekarang ruang social masih digunakan sesuai dengan fungsinya. Masih ada jalur sepeda dan becak. Masih banyak orang bersepeda. Trotoar masih bisa digunakan dengan leluasa oleh pejalan kaki.
Namun zaman berubah. Terjadi perubahan pemaknaan social atas tempat yang disebut ‘jalan’. Pembangunan jalan-jalan di kota seakan tidak memasukkan jalur khusus bagi pejalan kaki. Yang dipentingkan adalah jalur pejalan kendaraan bermotor.
Belakangan kita mendengar wacana “jalur khusus sepeda”. Ini karena ada gerakan bike-to-work yang  ditanggapi positif oleh Gubernur DKI Jakarta. Padahal, tahun 1950-an bike-to-work dan bike-to-school sudah ada meski tanpa nama.
Temapt pejalan kaki ada di “trotoar”, istilah dari bahasa Perancis, trotoir, yang makna dan fungsi aslinya adalah ‘jalur orang berkuda’. Tempatnya di sisi jalan kendaraan besar dan letaknya agak tinggi. Sekitar 20 sentimeter dari permukaan jalur kendaraan besar.
Di Amerika Serikat, jalur pejalan kaki disebut sidewalk. Kata walk bermakna bahwa di “jalan” ada jalur khusus bagi pejalan kaki. Di banyak kota di Negara maju, jalur ini bagian dari pembangunan jalan dan memang digunakan seperti seharusnya.

3.      KELEBIHAN
Dalam artikel ini “Nasib Pejalan Kaki di Kota” yaitu bahwa penulis sangat lah memperhatikan nasib pejalan kaki pada saat ini. Contohnya seperti sekarang ini banyak pembangunan jalan di kota-kota besar yang hanya memperhatikan jalur untuk kendaraan bermotor.
Masyarakat pun seakan menganggap memang trotoar itu sebuah ‘ruang kosong’ yang patut di manfaatkan untuk berbagai aktifitas. Sehingga penulis sangat memprihatinkan nasib pejalan kaki yang terbuang dari jalurnya dan yang diharuskan menggunakan jalur kendaraan sepeda bermotor.
4.      KEKURANGAN
Pada artikel ini Undang – undang yang diterapkan oleh pemerintah tentang penggunaan jalur kendaraan dan jalur pejalan kaki sangat tidak konsisten. Bagaimana pun pemerintah kota perlu menata kembali makna dan fungsi trotoar sebagai ‘jalur’ dab bukan ‘ruang kosong’ serta menyediakan jalur yang aman bagi pejalan kaki.
5.      PENDAPAT AKHIR / SARAN
Saya memiliki saran bahwa memang sudah sepantasnya pemerintah memikirkan nasib pejalan kaki, jangan hanya memikirkan dan membangun jalur kendaraan bermotor saja. dan berikan jalur untuk pejalan kaki yang aman dan jauh dari hal – hal yang tidak di inginkan.


           

Senin, 11 April 2011

b.indonesia


=================================================================
Nama : Devi Nurina Sari
Kelas : 3ka18
Npm : 10108552
=================================================================
Kerangka Penulisan Ilmiah
“Aplikasi Pendaftaran Klinik Menggunakan Java Netbeans”
LANDASAN TEORI
2.1 JAVA
2.1.1 Sejarah Java
2.1.2 Pengertian Java
2.1.3 Karakteristik Java
2.1.4 Kekurangan Java
2.2 NETBEANS
2.2.1 Sejarah Netbeans
2.2.2 Pengertian Java
2.2.3 Kelebihan Java
2.3 STRUKTUR PROGRAM
2.3.1 Struktur Program Hirarki
2.3.2 Struktur Program Linier
2.3.3 Struktur Program Non Linier
2.4 FLOWCHART PROGRAM

Kamis, 07 April 2011

Doa Saat Bercermin

 بسم الله الرحمن الرحيم
bismi-llāhi ar-raḥmāni ar-raḥīmi
"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang"
اَلْحَمْدُ ِلله اَللَّهُمَّ كَمَا حَسَّنْتَ خَلْقِى فَحَسِّنْ خُلُقِى.
AL_HAMDU LILLAH, ALLOHUMMA KAMAA _HASSANTA KHOLQI FA_HASSIN KHULUQI. Segala puji hanya milik Alloh Ya Alloh, jadikanlah akhlaqku yang baik sebagaimana Engkau memberiku rupa yang baik. (HR Ibnu As-Sunni)

Doa Qunut

أَللَّهُمَّ اهْدِنِيْ فِيْمَنْ هَدَيْت,
ALLHUMMAHDINI FIIMAN HADAIT
Ya Alloh tunjukkanlah aku bersama orang yang Engkau beri petunjuk
وَعَافِنِيْ فِيْمَنْ عَافَيْتَ,
WA'AAFINII FIIMAN 'AAFAIT
selamatkanlah aku bersama mereka yang telah Enkau beri keselamatan
وَتَوَلَّنِيْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ,
WA TAWALLANII FIIMAN TAWALLAIT
pelihara-lah aku bersama mereka yang telah Engkau pelihara
وَبَارِكْ لِيْ فِيْمَا أَعْطَيْتَ,
WA BAARIKLLII FIIMAA A'THOIT
berikanlah keberkahan pada sesuatu yang Engkau berikan padaku
وَقِنِيْ شَرَّ مَا قَضَيْتَ,
WAQINII SYARROMAA QODLOIT
Dan jagalah aku dari kejahatan apa saja yang telah Engkau tetapkan
فَإِنَّكَ تَقْضِيْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ,
FAINNAKA TAQDHI WALA YUQDLO 'ALAIK
karena sesungguhnya Engkaulah yang menghukumi dan tidak dihukumi
وَإِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ,
WAINNAHU LAA YADZILLU MAN WAALAIT
dan sesunguhnya tidak akan hina orang yang telah Engkau tolong
تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَTABAAROKTA ROBBANAA WATA'ALAITmaka Maha Agunglah Engkau dan Maha luhurlah Engkau

وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى النَّبِيِّ
WA SHOLLALLOHU 'ALAN NABI
dan semoga Alloh tetap mencurahkan keselamatan dan kesejahteraan pada Nabi Muhammad

Selasa, 16 November 2010

JAVA

                                                                       ================

                                                                        cOdiNG meNU jaVa
                                                                       ================
import javax.swing.*;

public class Program1{
public static void main(String [] args){
    Program1 Menu = new Program1();
    }
   
public Program1(){
    int pil;
    pil = Integer.parseInt(JOptionPane.showInputDialog("===Menu=== \n 1.Biodata \n 2.Persegi \n 3.Deret \n 4.ext \n\n Masukkan Pilihan Anda [1..4]" ));

   
switch(pil){
    case 1 :
    String nama, npm, kelas;
    nama = JOptionPane.showInputDialog("Masukkan Nama Anda   : ");
    npm = JOptionPane.showInputDialog("Masukkan NPM Anda  :");
    kelas = JOptionPane.showInputDialog("Masukkan Kelas Anda :");
    String biodata ="Nama anda :"+nama+"\n NPM anda :"+npm+"\n KELAS anda :"+kelas;
    JOptionPane.showMessageDialog(null,biodata);
    break;
   
    case 2 :
    String VarSisi = JOptionPane.showInputDialog("Masukkan nilai sisi = ");
    int Sisi = Integer.parseInt (VarSisi);
    int luas = Sisi*Sisi;
    String persegi = "Luas Persegi "+Sisi+" x "+Sisi+" = "+luas;
    JOptionPane.showMessageDialog(null,persegi);
    break ;
   
    case 3 :

    String VarDeret = JOptionPane.showInputDialog("Masukkan Tinggi = ");
    int deret = Integer.parseInt(VarDeret);
   
    for (int i=1 ; i<=deret; i++);
   
        { for(int j=1; j<=i; j++);
       
            { System.out.print ("*");
    }
    System.out.println(" ");
    }
   
    break;
    case 4 :
   
JOptionPane.showMessageDialog(null,"Terima Kasih","Silahkan keluar",JOptionPane.INFORMATION_MESSAGE);
System.exit(0);
break;
 
default:
JOptionPane.showMessageDialog(null,"Inputan hanya 1..4","Salah Input!",JOptionPane.WARNING_MESSAGE);

}
}
}